Mendirikan Bimbel Aqila Course
Ahmad Hasan

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel Tapi selalu terjadi lagi

Kenapa artikel ini berjudul Kisah Klasik Mendirikan Bimbel, karena hampir semua orang yang sedang mendirikan bimbel mengalami hal-hal atau kesulitan atau pengalaman yang sebenarnya hampir sama. Disini akan saya sharing beberapa hal yang terjadi terulang-ulang oleh seseorang yang sedang merintis Bimbel.

dsc00228

Saya Pribadi bersama Istri sebagai Owner Aqila Course mengalami beberapa pengalaman baik itu Kami alami sendiri atau masalah yang Kami temukan di Bimbel yang bermitra dengan Kami antara lain :

Mudah percaya dengan Orang Lain, dalam SOP pertama yang Kami tulis hal ini sudah saya tekankan betul-betul agar tidak mudah percaya dengan orang lain, akan tetapi saya sebagai penulisnya pun mengalami kesalahan dalam hal ini mempercayakan sebuah bimbel cabang kepada seseorang dimana orang tersebut sangat meyakinkan dan itu terjadi tidak hanya satu kali.

Kenapa bisa terjadi ?,

Dari hasil renungan saya, Kita kadang melihat kemampuan seseorang hanya dari penampilan dan cara bicara saja, akan tetapi dibalik itu semua banyak hal yang belum kita ketahui antara lain :

  1. Kemampuan berfikir
  2. Kemampuan memecahkan masalah
  3. Kecepatan memecahkan masalah
  4. Respon terhadap lingkungan
  5. Tanggapan dari respon
  6. Kecepatan belajar, dan masih banyak hal lainnya

Kasus yang pernah terjadi pada Kami sendiri saat mendirikan cabang adalah mengangkat manajer kepada seseorang yang Kami anggap mampu. Pada bulan pertama saya anggap sukses besar karena dapat mengalahkan rekor saya sendiri yaitu mendapatkan 24 siswa.

Saya semakin percaya dengan kemampuannya dan saya sudah merencanakan kedudukan yang lebih tinggi untuknya. Berhubung kepercayaan saya terlalu besar, saya mencoba membiarkan dia untuk berinovasi dan berkreasi dengan bimbel barunya.

Bulan kedua dan ketiga tidak pernah saya cek, cuma dapat laporan saja. Saya pikir bimbel baik-baik saja dan siswanya bertambah banyak, dan memang dari laporan itu siswanya hampir 60 anak.

Hal-hal ganjil mulai muncul, ada laporan dari Teman yang pernah lewat depan Bimbel dan Bimbelnya tutup. Barulah saya cek kemajuan Bimbel ternyata siswanya habis, itu terjadi di bulan kelima kalau nggak keenam.

Al hasil, memang ternyata bimbelnya udah nggak jalan lagi, padahal bimbel itu adalah investasi Kami sekitar 20 juta untuk biaya kontrak Rumah dan lain-lain.

Usut punya usut, ternyata alasan kenapa bimbel tutup karena orang tuanya tidak membolehkan dia jadi pegawai di bimbel Kami karena gajinya sedikit padahal Kami memberikan 50% laba kepadanya, dengan tujuan kalau dia bisa membesarkan Bimbel itu, maka gajinya bisa lebih besar dari Manajer Bank.

tunggu tulisan-tulisan Kami selanjutnya

Butuh SOP, Modul Bimbel, Aplikasi Belajar dan Software Administrasi bisa di http://aqilacourse.net/

Mau modulnya dan SOP-nya saja bisa di http://belajar.bimbelaqila.com/

Ahmad Hasan

Apa sih Alasan Orang Tua memasukan anaknya ke Bimbel?

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel

Untuk mempertahankan prestasi anaknya, tentu saja prestasi anak nya lumayan bagus atau siswa itu mendapatkan paling tidak rangking tiga. Disini tugas bimbingan belajar lumayan besar karena mempertahankan itu lebih sulit daripada mencapai.

Ahmad Hasan

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel Tapi selalu terjadi lagi

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel

Mudah percaya dengan Orang Lain, dalam SOP pertama yang Kami tulis hal ini sudah saya tekankan betul-betul agar tidak mudah percaya dengan orang lain, akan tetapi saya sebagai penulisnya pun mengalami kesalahan dalam hal ini mempercayakan sebuah bimbel cabang kepada seseorang dimana orang tersebut sangat meyakinkan dan itu terjadi tidak hanya satu kali.

Mendirikan Bimbel Pertama Kalinya

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel

Ahmad Hasan

Mendirikan Bimbel Pertama Kalinya

Kisah Klasik Mendirikan Bimbel

Jika Anda belum mempunyai staff, atau ingin mengelola sendiri Bimbel Anda. Anda perlu mempelajari Standar Operating Procedure ini. Untuk saat pertama kali pendirian Bimbel Anda perlu melakukan hal-hal berikut hampir secara bersamaan dengan urutan sebagai berikut :